Bismillahi babuna, tabaroka hidhonuna..
November 7, 2009
“..di waktu ia berkata kpd temannya, ‘Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita..’..” [at-Taubah: 40]
saya sedang menteliti buku “Tentang Cinta” nukilan Pahrol Mohd. Juoi, yang juga salah seorang panel penulis dalam majalah Anis dan SOLUSI. buku ini saya beli tatkala saya menghadapi saat-saat sukar beberapa tahun lepas. intipati nya relevan dan dekat di hati nurani diri ini. boleh dikatakan buku ini adalah salah satu buku yang benar-benar menerangkan prinsip hidup saya, yang saya pegang tegar sampai hari ini.
kerelevannannya menjangkaui masalah hubaya hubaya cinta. saya kembali meneliti buku ini juga disebabkan terdapat kekalutan diri mengenai seperkara dua mengenai kesulitan hidup. memandangkan saya adalah seorang yang agak emosional, dan pasang surut perasaan yang sensitif, kadang-kadang terasa bebanan di jiwa yang inginkan ketenangan yang konstan.
untuk redha dan tawakal adalah sesuatu yang memerlukan komitmen yang tidak berbelah bagi..sesuatu yang saya, hamba ALLAH yang lemah ini kadang2 was-was. dicampur dengan kekalutan dan gelodak jiwa kebelakangan ini menggoncang pegangan ‘redha dan tawakal’ saya.
saya quote kata2 dari buku ini: ” Pandanglah semua yang berlaku ke atas kita ada tujuan tertentu, maka barulah hidup kita sentiasa bertujuan. kata Ibnu Atoilah Al-Askandari, seorang sufi, setiap yang berlaku dalam hidup ialah ‘mehnah” -..didikan terus dari ALLAH…”
“jika seorang (sesuatu) itu datang membuat kita kecewa, maka dialah ‘guru’ yang hendak mengajar kita erti sabar. Jika kita rasa kita sedang dikecewakan, itu menunjukkan kita sedang belajar untuk membina sikap tidak terlalu mengharap.” saya suka ayat ini.
“…kita tak boleh terlalu sedih bila kesusahan kerana mungkin selepas itu ALLAH s.w.t datangkan perkara-perkara yang menggembirakan…kesedaran tentang sunnatullah ini akan memberi ketenangan..”
Saya berdoa kepada ALLAH supaya memberi ketenangan untuk redha dan tawakal dengan ketentuan-Nya. Sesungguhnya hanya Dia yang mengetahui apa yang saya tidak ketahui.
“ketahuilah hanya dengan mengingati ALLAH, hati akan menjadi tenang..” (Surah Ar-Ra’d, ayat 28)
Amin. Amin. Ya Rabbal Alamin.
Entry Filed under: Books, Current Affairs, Weblogs. .

Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed